Kurangnya Tenaga Kebersihan Di Luwu, LSM Minta DLH Jalin Kerja Sama Dengan Pemerintah Desa

AIDIL IKRAR : “Petugas Kebersihan kan di Gaji. Seharusnya, Jangan Pilih Kasih dong Dalam Mengangkut Sampah”

LUWU, PilarNews – Ketua Investigasi LSM Gerakan Pemersatu Bangsa Republik Indonesia (GPB-RI) Kabupaten luwu, Aidil Ikrar pada Pilar News, selasa (04/02) mengatakan, beberapa warga perumahan PNS lorong 01 mengeluh sejak tahun 2018 sampai saat ini, sampahnya tidak pernah di angkut oleh petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten luwu.

Untuk mendukung program kabupaten sehat oleh pemerintah daerah kedepan, kata Aidil. Pihak DLH harus jalin kerja sama dengan pemerintah desa, baik itu secara administrasi maupun tenaga. Terkait pengelolaan sampah saat ini, seperti Petugas Kebersihan kan di Gaji, Seharusnya Jangan Pilih Kasih dong Dalam Mengangkut Sampah masyarakat, apalagi gaji mereka itukan Rp.1.000.000,- per bulan. Ungkap LSM

Kepala bidang (Kabid) pengelolaan sampah, Limbah B3 dan peningkatan kapasitas lingkungan hidup DLH Pemkab.Luwu, Muh. Anshar S,S.Hut saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. “Sesuai DPA Dinas, gaji petugas pengangkut sampah itu Rp.1 juta, termasuk tenaga pengelolah TPA dan pemangkas pohon. Kalau pembabat rumput dan penyapu jalan itu hanya Rp.750.000,- per bulan”. Terang Anshar

Kami belum sanggup melayani lingkup kabupaten, untuk sementara kami hanya melayani dalam kota belopa saja, yakni kecamatan Belopa dan Belopa Utara, karena tenaga atau petugas kami masih terbatas. Itu pun disesuaikan dengan anggaran yang telah ditetapkan oleh DPRD kemarin, kata Kabid.

Bayangkan saja, petugas pengangkut sampah cuman 57 orang, tenaga pengelola TPA hanya 8.orang, penyapu jalan 40 orang, pemangkas pohon 5.orang dan pembabat rumput hanya 10 orang. Kemudian alat sudah banyak yang rusak, yang berfungsi sampai saat ini 2.Unit mobil sampah, 4.Unit motor sampah, 6.Unit kontainer itupun sudah lubang-lubang, bagaimana bisa kita mau melayani masyarakat se kabupaten luwu. Keluhnya

Sementara anggaran DLH untuk tahun ini (2020) yang ditetapkan hanya 4.Milyar. Ungkap Kabid, kalau dibandingkan dengan kota Palopo atau kabupaten lain, anggaran mereka tiga kali lipat jauh lebih besar untuk lingkungan hidup, rata-rata 20 Milyar lebih. Untuk itu kami pihak DLH berharap kedepan Bupati bersama DPRD mempertimbangkan hal tersebut demi kabupaten luwu yang lebih baik, lebih bersih dan lebih indah. (pn/hyn)

Leave a Reply