Terkait pelayanan di RSUD Batara Guru Belopa, Ini Komentar Direktur yang Baru

dr.DAUD MUSTAKIM,M.Kes : “Pelayanannya Sama Cuman Kapasitasnya yang Beda”

BELOPA, PilarNews – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru Belopa, dr.Daud Mustakim,M.Kes saat dikonfirmasi terkait pelayanan prima terhadap para pasien diruang kerjanya, (12/12) menyampaikan bahwa dirinya sebagai direktur di RSUD Batara Guru masih dikatakan baru, sehingga butuh waktu untuk pembenahan pelayanan secara bertahap.

Terkait pelayanan prima terhadap pasien, saat ini RSUD Batara Guru sudah memiliki 18 dokter ahli dan 20 dokter umum yang siap menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai dokter di masing-masing keahlian. “Jadi setiap sore dan malam ada dua dokter yang melayani pasien sesuai daftar tugas, kalau pagi atau siang banyak dokter yang masuk untuk menjalankan tugasnya”. Tutur Daud Mustakim

Sebagai direktur, Daud juga menjelaskan bahwa kadang ada dokter saat memeriksa pasien, tidak memakai jas dokter, jadinya keluarga pasien tidak mengenal kalau itu dokter, karena terlalu sibuk melayani banyaknya pasien. Untuk itu saya sudah instruksikan kepada semua dokter mulai saat ini supaya menggunakan jas bila dalam menjalankan tugas memeriksa pasien agar ditau oleh keluarga pasien.

“Dan seharusnya ada komunikasi antara dokter dengan pihak keluarga pasien, terkait perkembangan kesehatan pasien yang sementara dirawat, tapi itu tadi yang saya katakan pasiennya banyak, sehingga tidak sempat menyampaikan perkembangan kesehatan pasien kepada keluarganya, itupun dibagi tugas ada yang memeriksa pasien yang baru masuk di UGD, ada juga yang masuk operasi dan lain-lain menyangkut pelayanan kepada para pasien”.

Kalau ada keluhan masyarakat atau keluarga pasien yang katanya lewat jalur umum cepat dilayani dokter, sementara kalau yang gratis-gratis seperti BPJS dan asuransi lain tidak dilayani dokter itu keliru dan harus dirubah pendapat atau cara pandang seperti ini, karena sebenarnya masuk di RS itu tidak ada yang gratis, kalaupun keluarga yang masuk tidak bayar tapi yang bayar itu pemerintah lewat BPJS. Ungkapnya

Daud Mustakim juga mengatakan. “Dan sebenarnya dokter lebih senang melayani pasien yang menggunakan BPJS (jasaraharja) karena bayarannya lebih besar dibandingkan dengan umum, kalau umum sudah kecil kita sebagai dokter berat juga untuk menagih, jadi Pelayanan terhadap pasien sama, yg membedakan fasilitas nya, tergantung pilihan kelas rawatnya”.

Untuk peningkatan pelayanan terhadap para pasien, pihak RSUD Batara Guru sudah membuat kerja sama dengan pihak PLN. “Sampai saat ini kami komitmen dengan pemerintah untuk perbaikan RS kedepan, kami sudah MoU dengan PLN terkait pemasangan gardu khusus untuk kestabilan listrik ke RS, kalau listriknya sudah stabil maka peralatan pendukung seperti CTScen, Lif, AC dan elektronik pendukung lainnya diktifkan kembali untuk menunjang pelayanan terhadap pasien”.

“Kemudian diawal tahun 2020 nantinya, kami sudah agendakan pelatihan-pelatihan terkait dengan etika pelayanan terhadap para pasien, semua pengelola RSUD Batara Guru akan mengikuti pelatihan dimaksud, termasuk pelatihan peningkatan kedisiplinan, itu semua disiapkan untuk peningkatan pelayanan”.

Selain mengubah cara pandang atau pola pikir masyarakat luwu pada umumnya dan keluarga pasien khususnya, Daud juga berharap ada nilai dan sikap saling menghargai antara pihak pasien dengan pihak RSUD Batara Guru. “Untuk masyarakat luwu dan keluarga pasien, seharusnya kalau sudah dilayani oleh petugas kita harus berterima kasih, karena kita sudah dilayani kemudian kita tidak bayar secara langsung”.

Kasihan ini adik-adik pengelola administrasi maupun kebersihan di RSUD ini, honornya kecil, sudah capek-capek kerja seharian dimarah-marahi lagi dari keluarga pasien, jadi diharapkan supaya kita merubah pola pikir yang saling menghargai, kemudian kita harus ikut aturan. Kalau datang menjenguk cukup dua orang supaya para pasien tidak merasa terganggu, jangan juga bawah anak-anak dibawah umur kecuali anak yang memang sakit untuk diobati. Tegas Daud

Karena sepanjang ruangan-ruangan yang ada pasien di RS, itu tidak baik untuk anak-anak dibawah umur apalagi sampai nginap, takutnya nanti kesehatannya ikut terganggu. Diharapkan juga kedepan kalau ada kejanggalan terkait dengan pelayanan di RSUD Batara Guru Belopa tolong konfirmasi langsung ke pihak RS dan jangan ragu-ragu untuk konsultasi ke kami dan kami juga butuh kritikan dari luar, namun kritik yang membangun. Kuncinya (pn/hyn)