Lawan Lupa, Kepala Desa Berharap Ada Perhatian Pemerintah Terhadap Sejarah Religi Lapandoso

BUGEDANG : “Pendatang Dari Luar Sudah Banyak Yang Tertarik Dengan Nilai Sejarah Religi di Luwu”.

LUWU, PilarNews – Lapandoso berasal dari kata dasar Pandoso (Luwu Red) yang artinya Tiang Pancang atau Patok. Dalam sejarah luwu, Lapandoso diartikan sebagai “Tanda” pertama kali Agama Islam masuk ke tanah luwu sejak tahun 1603 Masehi, lalu menyebar ke daerah-daerah lain oleh Datu Sulaiman.

Lapandoso atau sebuah Tanda masuknya Islam pertama kali di Luwu tersebut, terletak di desa Pabbaresseng Kecamatan Bua Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan. Pada Pilar News Bugedang sebagai kepala desa menyampaikan bahwa untuk melawan lupa terhadap salah satu sejarah islam khususnya di tanah luwu, Lapandoso harus di lestarikan melalui wisata religi.

Untuk itu pemerintah desa menganggarkan pembangunan dan penataan halaman Lapandoso secara bertahap setiap tahun, selain untuk mengingat nilai sejarah masuknya Islam di Luwu, juga menjadi tempat wisata sebagai aset pendapatan daerah nantinya. “Pendatang dari luar sudah banyak yang tertarik dengan nilai sejarah religi di Luwu”.

“Kami Pemerintah Desa sangat bersyukur dengan dibangunnya Gerbang atau Gapura Lapandoso di depan, yang dekat jalan poros Trans Sulawesi, itu juga untuk menandakan adanya tempat wisata dalam desa pabbaresseng oleh pemerintah daerah kabupaten luwu, sehingga kami berupaya juga menganggarkan pembangunan untuk menata Tempat Wisatanya melalui dana desa secara bertahap setiap tahun selama saya masih menjabat sebagai kepala desa”. Tutur Bugedang

Selain menjadi aset pendapatan pemda luwu juga akan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Sambung Bugedang, untuk itu kami sangat berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten, Provinsi dan Pemerintah Pusat supaya ada perhatian membantu kami untuk pengembangan pembangunan wisata religi Lapandoso kedepan. Kuncinya (pn/hyn)