Dana Pilkades Minim, Panitia Tingkat Desa Harap Ada Suntikan Dari DPMD

LUWU, PilarNews – Ketua panitia pelaksana pemilihan kepala desa (Pilkades) desa senga selatan, Hairuddin,S.Pd., pada Pilar News di kantor desa, jum’at (5/7), mengatakan terkait proses pelaksanaan pilkades khusus di desa senga selatan. Insya Allah aman, terkendali tanpa ada kecurangan.

Karena ketiga (3) para bakal calon (Balon) kepala desa yang sudah mendaftar sebagai calon kepala desa saat ini semuanya adalah keluarga dalam satu runpun. Tutur Hairuddin, kami panitia juga keluarga para calon akan mengupayakan akan jujur, adil dan terbuka dalam melaksanakan setiap tahapan pelaksanaan pilkades sesuai dengan aturan yang ada.

Nama-nama calon kepala Desa Senga Selatan sesuai dengan nomor urut pendaftaran yaitu; saudara Darwis mantan ketua BPD keluarganya Bupati, kemudian di urutan ke dua yang mendaftar adalah Andi Muhammad Arfan Basmin anaknya Bupati dan saudara Sukri Naris keluarganya juga Bapak Bupati luwu dan juga tetangga saya, jadi semuanya keluarga. Ucapnya

Hairuddin juga mengatakan. “Terkait dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pilkades nantinya, itu bersumber pada Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang saat ini masih dalam proses, kami panitia langsung ke rumah-rumah warga dengan cara Dor to Dor (DTD), berdasarkan DPT hasil Pilpres dan Pileg kemarin”.

Dalam proses DPS ini ada penambahan pemilih dan ada juga pengurangan pemilih. “Penambahan pemilih yang dimaksud adalah pemilih pemulah yang umurnya sudah mencapai 17 tahun sebelum hari ‘H’ pilkades dilaksanakan, atau ada warga yang sudah menikah dibawah umur walaupun umurnya belum cukup 17 tahun, itu sudah bisa di data untuk memilih”.

“Kemudian yang dimaksud dengan pengurangan pemilih yaitu, ada warga yang sudah meninggal setelah pilpres dan pileg kemarin dan warga desa senga selatan yang sudah memiliki surat keterangan pindah penduduk. Itu kami panitia tidak akan mendata dalam pemilihan kepala desa nantinya. termasuk warga yang baru pindah dari desa lain yang belum cukup enam (6) bulan menetap menjadi warga desa senga selatan”.

Persoalan pemilih atau warga yang secara administrasi masih menjadi warga desa senga selatan namun sudah lama menetap di desa lain, ataupun sebaliknya. Kami panitia berpatokan pada aturan yang sudah ada, yaitu peraturan bupati (Perbup). Tegas Hairuddin

Hairuddin juga mengungkapkan kendala-kendala yang panitia hadapai. Terkait dengan kendala dalam pelaksanaan tahapan pilkades serentak ini, kami terkendala pada anggaran. Karena anggaran yang diberikan dari Dana Desa (DD) ke panitia untuk pelaksanaan pilkades hanya Rp.15 juta per desa. Ini sangat minim bagi desa yang jumlah pemilih atau DPT-nya banyak, salah satunya desa senga selatan yang menghampiri 3.000 pemilih.

Untuk itu kami panitia pilkades tingkat desa sudah mengajukan permohonan ke dinas terkait dana tambahan dan berharap ada suntikan anggaran dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) sebagai panitia pelaksana tingkat kabupaten, untuk mengsukseskan kegiatan pemilihan serentak para calon kepala desa di 2019 ini. Harapan Panitia

Kami juga berharap kepada masing-masing para calon kepala desa kalau bersaing nantinya, bersainglah secara sehat, karena pada kita ji keluarga semua (Luwu-red). Supaya pesta demokrasi warga desa ini berjalan dengan aman, lancar dan menjaga tali silaturahim kita setelah pilkades nantinya. Persoalan teknis, serahkan kepercayaan kepada kami sebagai panitia pelaksana. Kuncinya (pn/hyn)