Menindaklanjuti SK Bupati Terkait Penutupan THM, Syukur Bijak Mengadakan Rapat Koordinasi Proses Penertiban.

LUWU, PilarNews – Wakil Bupati Luwu, H.Syukur Bijak mengadakan rapat koordinasi Tim Terpadu tentang proses penutupan tempat hiburan malam (THM) se kabupaten luwu diruang kerjanya, rabu (26/6) tepat pukul 10:10 Wita, yang dihadiri oleh pengurus tim terpadu kegiatan dimaksud.

Dalam rapat terlihat beberapa kepala SKPD terkait, pihak kepolisian, pihak DPRD, Para Camat terkait, para koramil terkait, ketua Appdesi kab.luwu, tokoh agama yang mewakili, tokoh masyarakat yang mewakili dan tokoh pemuda yang mewakili sebagai bagian dalam susunan Tim Terpadu.

Setelah setengah jam berlangsung, terdengar berbagai pendapat dari pengurus tim yang hadir. Wakil bupati yang juga sebagai ketua tim tersebut mengatakan “Kita konsusten dengan SK saja dulu, setelah rapat koordinasi ini, kita melakukan peninjauan dilokasi atau pemantauan pengawasan, kemudian apa yang kita bahas terkait dampak dan sebagainya tadi masuk di tahapan poin “D” baru kita akan bahas kembali”.

“Yaitu melakukan kajian sesuai dengan bidangnya setelah melaksanakan peninjauan lokasi. Kita menghargai karena biar bagaimanapun mereka-mereka yang mendirikan THM adalah masyarakat kita juga, dan sebaiknya kalau mereka mau berhenti, berhenti betul-betul dengan keihklasan mereka yang ada, supaya tidak ada hal-hal yang kita tidak inginkan terjadi. Itu yang kita harapkan”.

Kalau kita bahas pada posisi masaalah pelanggaran, hampir semua mereka lakukan adalah pelanggaran. Sambung Wakil Bupati. Izin sudah yakin tidak ada, izin menjual minuman keras juga sudah pasti tidak ada lebih-lebih izin mendirikan bangunan THM. Olehnya itu kita akan hadirkan mereka pemilik tempat hiburan malam di pertemuan berikutnya untuk membicarakan persoalan ini, jangan-jangan mereka juga belum paham terkait dengan aturan yang kita maksud.

“Saya kira kesimpulannya adalah kita yang hadir menyepakati untuk segera mungkin menyusun rencana kegiatan tim, kemudian melakukan kegiatan-kegiatan dilapangan sesuai dengan SK Bupati. Dan perlu saya sampaikan disini juga, segala biaya yang ditimbulkan berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan ini dibebankan pada anggaran pendapatan belanja daerah”. Ungkap Wakil Bupati Luwu

Usai pertemuan, pada awak media ketua tim menyampaikan “Dengan adanya aspirasi dari berbagai elemen masyarakat khususnya dari tokoh-tokoh agama kita, yang membawa serta menyuarakan aspirasi ini dilakukan beberapa waktu yang lalu di DPRD, supaya penutupan THM dalam bentuk penjualan minuman keras itu segera dilakukan

Untuk menjemput aspirasi ini, maka pak bupati dalam hal ini pemerintah daerah kabupaten luwu menindak lanjuti dengan membuat sebuah surat keputusan (SK) nomor: 133/ III/ 2019, dimana SK ini menghadirkan berbagai instansi dan lembaga terkait serta elemen masyarakat dalam bentuk sebuah tim. Jelas Ketua Tim

Dari tim ini, maka saya tindak lanjuti dengan melakukan rapat koordinasi bersama dengan instansi atau lembaga yang terkait, terkhususnya satpol-pp sebagai leding sektornya. Untuk merumuskan sebuah rencana kegiatan agar melaksanakan SK tersebut berdasarkan aspirasi yang saya maksud tadi. Ucapnya

“Namun pada prinsipnya kita tetap mengedepankan pendekatan-pendekatan secara kekeluargaan atau pendekatan persuasif dalam rangka penertiban THM atau sering disebut “Cafe” khususnya yang menjual minuman keras. Alasan kita karena tempat-tempat seperti ini, kita akan tertibkan dengan cara melihat mempelajari izin-izin yang mereka miliki sesuai aturan yang ada”.

Secepatnya kami akan melaksanakan kegiatan- kegiatan sesuai agenda yang ada, setelah itu hasil pembahasan dari lapangan nantinya kami akan sampaikan melalui rekomendasi kepada bapak bupati untuk selanjutnya langkah-langkah apa yang menjadi kebijakan bapak bupati, itu yang akan kami lanjutkan. Tegas Wakil Bupati sebagai Ketua Tim

“Harapan kami sebagai pemerintah daerah tentu kami berharap semuanya bisa berjalan dengan baik tanpa ada yang merasa dirugikan, karena kita ini juga sebagai pengayom sekaligus sebagai orang yang bertanggung jawab untuk selalu dekat dan membicarakan terkait dengan kesejahteraan masyarakat kita”. Kuncinya (pn/hyn)