Warga Merasa Dipersulit Nikah, Ini Klarifikasi Kepala KUA Belopa

BELOPA, PilarNews – Ancu (35 thn) warga dusun taddette desa senga selatan kecamatan belopa kabupaten luwu, pada media ini menuturkan keluhannya saat mengurus surat rekomendasi pindah nikah untuk adik perempuannya dari KUA kecamatan belopa ke KUA kecamatan suli barat.

Saya merasa dipersulit pak, kata Ancu di Sekretariat LSM GPB-RI Luwu, jumat (21/6). Sudah empat kali saya mondar-mandir terus sejak hari selasa kemarin, saya ke kantor KUA Belopa namun saya disuru ke dinas catatan sipil untuk aktifkan NIK adik saya.

“Jadi waktu siang itu saya bersama Adik perempuan ke dinas Dukcapil untuk mengaktifkan NIK-nya, lalu kata pihak di dinas dukcapil saya harus menunggu satu kali dua puluh empat jam secara otomatis NIK adik saya sudah aktif “.

Keesokan harinya (rabu), saya sendiri bawa berkas persyaratan kembali ke kantor KUA Belopa untuk proses pengambilan surat rekomendasi pindah nikah. Saat tiba disana pihak KUA mengatakan data NIK adik saya belum terdaftar di sistem online, lalu saya disuru lagi ke kantor dukcapil lagi untuk pertanyakan keaktifan NIK adik saya

Saya ke Dukcapil lagi siangnya, Kata Ancu dengan nada keluh. Saat saya pertanyakan persoalan tersebut ke pihak Dukcapil, kata mereka sudah diaktifkan. Jadi saya kembali lagi ke kantor KUA menyampaikan bahwa data NIK adik saya sudah aktif, namun pihak KUA belopa mengatakan belum aktif saya disuru ke dukcapil lagi pertanyakan, sampai saat ini saya belum mendapatkan surat rekomendasi pindah nikah dari kantor KUA belopa.

Muhammad Suyuti Takko,S.Ag saat dikonfirmasi mengatakan bukan dipersulit, tapi data NIK-nya belum terkonek ke sistem online kami secara otomatis. Karena untuk mengisi formulir atau membuat rekomendasi dimaksud itu berdasarkan data dari NIK bersangkutan yang sudah terdaftar secara online di pusat

“Kalau data NIK-nya belum masuk di sistem kami bagaimana kami mengisi datanya pak, kami membuat rekomendasi berdasarkan data NIK sesuai Peraturan Menteri Agama (PMA) nomor 19 tahun 2018 tentang pencatatan perkawinan sistem online. Saya sangat senang dengan adanya sistem online seperti saat ini”.

“Karena semua data NIK-nya orang sudah lengkap dan kami hanya mengikuti sesuai data yang ada dalam NIK untuk rekomendasi. Tidak seperti beberapa tahun lalu, bila ada yang nikah atau minta rekomendasi pindah nikah datanya belum lengkap”. Ungkap Suyuti

“Bahkan ada namanya atau tempat tanggal lahirnya yang ada di akte kelahiran berbeda dengan izasahnya, atau berbeda dengan KTP nya atau berbeda dalam KK-nya, itu pada waktu beberapa tahun lalau. Jadi kita tunggu saja, kalau sudah konek dan data NIK-nya terbaca maka gampang membuat rekomendasi, tinggal di ikuti kembali datanya di NIK”.

Dilain tempat kepala dinas dukcapi luwu, Hasman R Djano,SE saat dikonfirmasi langsung memanggil anggotanya untuk mengecek keaktifan NIK dari adiknya Ancu. Beberapa menit kemudian datang anggotanya Hasman dan menyampaikan bahwa NIK dimaksud telah di aktifkan dua hari lalu.

Data NIK-nya sudah diaktifkan secara online dinda, kata Hasman kita bersabar saja dulu menunggu sampai konek, mungkin jaringannya kurang bagus lagi, karena sangat banyak data dari server dukcapil kabupaten kota seluruh Indinesia masuk ke server dukcapil pusat secara online setiap hari kerja. Rajin-rajin saja kita cek setiap beberapa jam kedepan dinda. (pn/al)