Saksi “Lempar” Kursi, KPUD Luwu Hitung Ulang Dua Kotak Suara

LUWU, PilarNews – Rapat pleno perekapan suara ditingkat KPUD kabupaten luwu, terjadi perhitungan ulang jumlah suara dan kertas suara hasil pemilu 2019, khusus untuk suara caleg DPRD kabupaten di kotak suara TPS 01 dan kotak TPS 02 desa buntu batu kecamatan bastem, daerah pemilihan (Dapil) satu, pukul 01:35 wita. Rabu (8/05).

Perhitungan jumlah suara tersebut akibat saksi caleg dari partai PDIP, Hartono Kaso dan beberapa saksi lain meminta untuk kotak kedua TPS tersebut dibuka. Mereka menduga ada kecurangan di TPS tersebut yang dilakukan oleh pihak KPUD saat perhitungan suara di tingkat TPS.

Selain selisi data yang dipersoalkan saksi, berita acara tidak terperinci, para saksi juga mempersoalkan daftar tanda tangan PPK banyak yang kosong, C.7 di TPS tersebut salah ditempatkan, C.1 para saksi caleg maupun partai di kecamatan bastem banyak perbedaan dengan C.1 Plano dan diduga kotak suara dibuka oleh pihak KPUD bukan didepan para saksi, serta hak saksi selalu diabaikan pihak KPUD saat berkali-kali di minta.

Sebagai saksi, Hartono Kaso meminta pertanggung jawaban pihak KPUD terkait persoalan-persoalan yang terjadi. “Menurut kami data yang diberikan ini adalah data ilegal, karena tidak ada tanda tangan dari KPPS, sehingga kami minta pertanggung jawaban dari KPU. Untuk membuktikan itu, buka kotak, kalau tidak mau buka kita stop saja ini rapat”. Teriak Hartono sambil menendang kursi

Awalnya pihak KPUD luwu bersikap keras untuk tidak membuka kedua kotak suara tersebut, dengan alasan KPUD telah melaksanakan tahapan dan tugasnya sebagai penyelenggara pemilu sesuai aturan yang berlaku, walaupun ada saksi terlihat melempar kursi didepan meja sidang sambil marah-marah.

Saat para saksi terus menuntut untuk membuka kotak suara, Pihak dan ketua KPUD luwu, Hasan Sufyan S.ip.M.ip mengatakan, “Kami tidak bisa ambil tindakan lebih jauh sampai membuka kotak suara. Kalau masih ada perselisihan mulai dari C.1, kemudian DAA sampai DA.1 dan memaksa kami untuk membuka kotak suara, kami akan buka. Tapi harus ada rekomendasi secara tertulis dari bawaslu. Karena itu adalah aturan dan prosedurnya”.

Ketua KPUD belum selesai bicara terkait sudah terlaksananya perbaikan C1.Plano. Arifin Wajuana saksi dari partai Demokrat langsung mengatakan, “Kami tidak butuh plano, kami ingin kertas suara dihitung ulang, karena setiap momen pemilu selama ini kecamatan bastem yang selalu ada kecurangan, untuk membuktikan salah atau benar KPU harus buka kotak dihadapan saksi. Kami minta pihak bawaslu juga harus ambil sikap dengan persoalan ini”.

Terlihat Abdul Latif Idris sebagai ketua bawaslu kabupaten luwu langsung menyampaikan. “Kami dari bawaslu juga pada prinsipnya sudah melaksanakan tugas dan wewenang kami sebagai pengawasan pemilu yang dilakukan oleh KPU sebagai penyelenggara selama ini, dan kami juga sudah mengeluarkan rekomendasi yang banyak, mulai dari buka ulang DAA, DA.1 dan C.1 plano yang dilaksanakan oleh KPU”.

Abdul Latif juga mengatakan, “Kembali jadi soal, karena ternyata saksi belum menerima fakta yuridis yang sudah diperlihatkan oleh KPU, karena ini berkaitan dengan masaalah tehnis kami belum bisa masuk ketika KPU belum memberikan jawaban dan kami taat prosedur”.

“Kewenangan kami hanya sampai di C1., karena ini persoalan tehnis, KPU harus memberikan penjelasan hukum pada teman-teman saksi kaitannya dengan apa yang mereka inginkan, tugas kami hanya mengawasi hal-hal rekapan, kalau ada hal-hal atau persoalan yang terjadi, kami bawaslu berpihak kepada hal yang benar sesuai apa yang dilaksanakan oleh KPU dan apa yang dikoreksi oleh para saksi”. Jelas Abdul Latif

Azhar Mustamin Toputiri saksi dari partai golkar juga menanyakan ke pihak KPU, “Pertanyaannya begini, yang dilakukan ini apakah pelanggaran atau tidak?. Jangan KPU lempar tuduhan ke bawaslu, karena wewenang bawaslu terbatas, solusinya ada di KPU dan pastinya bahwa saudara komisioner KPU memberikan data yang tidak benar kepada para saksi, itu persoalannya. Ambil kesimpulan dibuka atau tidak”. Tegas Azhar

Melalui kesepakatan bersama ketiga belah pihak, setelah perdebatan yang sangat elot terkait tuntutan saksi untuk membuka kotak suara supaya dihitung kembali jumlah kertas dan dihitung kembali hasil pemilu di dua TPS tersebut, di penuhi dan dilaksanakan oleh pihak KPUD kabupaten luwu, yang disaksikan oleh bawaslu, para saksi tingkat kabupaten dan para pihak keamanan.

Setelah perhitungan ulang dilakukan sampai pukul 04:20 wita, hasilnya sama dengan hasil perhitungan di tingkat TPS sebelumnya. Tidak ada perbedaan jumlah suara, baik jumlah kertas suara maupun jumlah suara partai serta jumlah suara para caleg di dapil satu kabupaten luwu. Sidang dipending sampai pukul 09:00 wita pagi, setelah itu dilanjutkan kembali penggandaan hasil rekapan kabupaten untuk para saksi. (pn/hyn)