Diduga Raskin Kurang Setengah Kilo Per Sak, LSM Akan Polisikan Pihak Gudang Bulog

KOMARUDDIN,SH : “Ada Tujuh Poin Yang Akan Kami Tindak Lanjuti Ke Pihak Berwajib”.

LUWU, PilarNews – Ketua tim investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Pemersatu Bangsa Republik Indonesia (LSM GPB-RI) Kabupaten Luwu. Komaruddin pada Pilar News. senin (6/5) disekretariat LSM-nya mengatakan bahwa hasil investigasi mereka terhadap penyaluran beras untuk masyarakat miskin (Raskin) atau Rastra saat ini, telah terjadi kekurangan pada setiap sak (Kandu) beras raskin.

Komaruddin mengungkapkan telah terjadi kekurangan yang cukup banyak saat berat raskin ditimbang. “Kekurangan Raskin per kandu tidak tanggung-tanggung, sebanyak setengah kilo gram (kg) per sak”. Ungkapnya

“Sebenarnya informasi ini berawal dari masyarakat dan beberapa aparat pada bulan april lalu. kemudian kami tindak lanjuti dan memang benar adanya kekurangan dimaksud, dan kami menduga kejadian ini sejak pertengahan tahun 2018 kemarin”. Terang Komaruddin

Dia juga menegaskan akan menindak lanjuti laporan masyarakat dan hasil investigasinya ke pihak berwajib. “Untuk itu melalui LSM, kami akan melaporkan kejadian ini ke penegak hukum supaya ditindak lanjuti oknum-oknum pihak bulog yang coba bermain-main (Korupsi) hak masyarakat miskin dari pemerintah. Tegas Komaruddin

Karena mulai tahun 2018 raskin yang berganti nama rastra dari pemerintah, telah berkurang menjadi 10.kg dan itu gratis tanpa ada pembayaran se sen pun, kemudian penyaluran raskin harus setiap bulan diterima oleh penerima manfaat.

“Ada tujuh poin hasil infestigasi kami yang akan kami tindak lanjuti ke penegak hukum tingkat kabupaten secara tertulis, termasuk Bupati Luwu dan Ketua DPRD juga akan kami tembuskan, supaya pemerintah daerah juga tau persoalan bantuan nasional untuk masyarakat luwu yang disunat oleh oknum-oknum yang rakus”.

Ketujuh poin dimaksud yang akan ditinjak lanjuti yaitu 1.Berdasarkan JUKNIS Kementrian Sosial sejak tahun 2018, Bantuan sosial diberikan dalam Bentuk beras berkualitas Medium sejumlah 10 kg per KPM per Bulan. 2.KPM menerima Bansos RASTRA tanpa dikenakan harga atau biaya tebus.

Kemudian 3.Dalam Penyaluran RASTRA di 2018 oleh Pihak Gudang BULOG Belopa Diduga masih menggunakan cara lama yaitu menyalurkan tiga (3) bulan dalam satu (1) kali Penyaluran. 4.Saat RASTRA di Timbang kembali setelah Penyaluran dititik distribusi tidak cukup 10 kg.

Poin yang ke 5.Diduga Pihak Gudang BULOG Belopa yang memindahkan, menimbang dan menjahit Beras dari Karung Besar (50.kg) ke Karung RASTRA (10.kg) di Dalam Gudang BULOG sebelum di Salurkan. 6.Sebagian Kualitas RASTRA tidak berkualitas Medium (Diduga dicampur dengan beras tidak berkualitas) dan 7.Diduga KPM Kabupaten Luwu yang terdaftar sebagian besar tidak Menerima Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT). Kuncinya (pn/al)