Peringati Hari Buruh Sedunia, HIPMAL Bersama Warga Luwu Demo DPRD

LUWU, PilarNews – Memperingati hari Buruh sedunia di 01 mei tahun ini (2019). Aliansi Ikatan Pemuda Mahasiswa Luwu (IPMAL) dan Himpunan Ikatan Pemuda Mahasiswa Luwu (HIPMAL) bersama beberapa warga luwu adakan demonstrasi Tuntut kebijakan Pemerintah daerah di kantor DPRD kabupaten luwu, kamis (2/05)

Terlihat kurang lebih 30 demonstran berada di depan kantor DPRD kabupaten luwu menuntut adanya kebijakan pemerintah untuk menaikan upah bagi para pekerja (Buruh) lingkup kabupaten luwu, baik pekerja di perkantoran pemerintahan maupun di perkantoran swasta.

Jendral lapangan (Jendlap) demonstran, Haswan pada Pilar News mengatakan masalah sosial yang terjadi ditengah -tengah masyarakat karena adanya kebijakan pemerintah daerah yang selalu menyimpang dan kadang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam hal ini, katanya. Kebijakan-kebijakan pemerintah yang dibuat melalui DPRD tidak memihak lagi ke masyarakat khususnya terhadap parah buruh pekerja. Contoh beberapa waktu lalu buruh atau pekerja di dinas lingkungan hidup (DLH) Kabupaten luwu mengeluh dan mereka menuntut kadisnya sendiri terkait upah kerja mereka yang lambat dibayar oleh bendahara dinas. Ungkapnya

“Jadi hari ini, selain kami menuntut kesejahteraan petugas kebersihan kabupaten luwu, kami juga menuntut ke pemerintah daerah melalui DPRD supaya evaluasi kembali dan perbaiki layanan kesehatan di luwu yang selalu mengecewakan masyarakat, khususnya pelayanan BPJS Kesehatan”.

Kemudian kami juga menuntut adanya transparansi pemerintah daerah terkait anggaran beasiswa untuk mahasiswa kabupaten luwu setiap tahun melalui anggaran hibah dan kami dengan tegas menolak PT.Masmindo Dwi Arya berada dikabupaten luwu, karena sudah 20 tahun lebih tambang mas yang ada di latimojong hanya beralasan sampel belaka yang tidak memperhatikan masyarakat luwu sekitar tambang.

Harapan kami ke empat poin tuntutan tersebut, agar jadi bahan pertimbangan bagi Bupati luwu dan ketua DPRD kedepan, supaya ditindaklanjuti dalm pengambilan kebijakan-kebijakan pro terhadap masyarakat luwu, bukan pro terhadap pihak ketiga atau pengusaha kontraktor dan demonstrasi ini bukan akhir dari tuntutan, tapi awal dari tuntutan kami. Tegasnya (pn/al)