Politik Uang Zaman Now, Timses Caleg Minta Bawaslu Lebih Cermat Dalam Pengawasan

HERMAN: “Dulu Terang-Terangan Pake Uang, Sekarang Terang-Terangan Kasih Bahan Bangunan”

LUWU, PilarNews- Herman alias daeng Mangati (51.thn) tim sukses salah satu calon legislatif (Caleg) di kabupaten luwu sulawesi selatan. Pada Pilar, selasa (22/01) Herman mengatakan bahwa badan pengawasan pemilu (Bawaslu) kabupaten luwu harus cermat dan tegas dalam proses pengawasan pemilu di 2019 ini

Saya yakin kita semua tidak sepakat dengan yang namanya “Money Politik” atau Politik Uang pada setiap momen pemilihan umum (Pemilu) dan politik uang juga sebuah pelanggaran yang bisa ke Pidana, kata si Herman.

Karena Politik Uang adalah salah satu Proses Pembodohan terhadap masyarakat untuk kesenangan calon setelah calon peserta pemilu duduk menjadi seorang pejabat. Sambungnya

Dengan adanya aturan demi aturan yang dibuat untuk mencegah Politik Uang di setiap pemilu, bukanya teratasi namun politik uang-nya tambah parah, yang berubah kesing nya saja tapi isinya sama. “Dulu Terang-Terangan Pake Uang, Sekarang Terang-Terangan Kasih Bahan Bangunan”. Ungkap Herman

“Saat ini informasi yang saya dapat di daerah kecamatan bajo maupun kota belopa, ada caleg bagi-bagi matrial bangunan satu damtrek matrial per kepala keluarga (KK), seperti pasir, batu kali, sirtu, timbunan bagi warga yang baru membangun rumahnya”.

Ada juga dikasih semen, kramik, tenda dan sejumlah kursi kepada masyarakat yang banyak jumlah pemilihnya dalam satu KK, dengan harapan masyarakat atau warga yang dikasih bahan bangunan memberikan hak pilih mereka di TPS nantinya. Kata Herman dengan wajah serius

“Yang kami pertanyakan adalah tugas dan fungsi Bawaslu ataupun Panwascam sampai pengawas pemilu di tingkat desa yang digaji dan makan uang rakyat itu dimana?, sehingga Pelanggaran-pelanggaran tersebut diabaikan seakan-akan tidak terjadi pelanggaran pemilu”.

Jadi melalui Pilar News, kami sebagai masyarakat juga berharap supaya Pengawas atau Panwas ataupun Bawaslu harus cermat, tanggap dan tegas dalam menjalankan tugas dan fungsi-nya sesuai aturan yang berlaku, supaya tidak ada kata “Curiga” kepada Bawaslu ataupun Panwas dalam proses pemilu di 2019 ini. Harapnya (pn/al)