Gunakan Kesing HP Has Pemuda Pancasila Saat Meliput, Seorang Wartawati di Usir Oknum DPRD Luwu

KARTINI ECA : “Sebagai Wartawan, Saya Merasa Di Lecehkan”

LUWU, PilarNews – Kartini Eca yang akrab dipanggil Eca, salah satu wartawati dari harian Upeks yang bertugas di kabupaten luwu mengalami kejadian yang tidak menyenangkan saat menjalankan tugasnya sebagai jurnalis di ruang musyawarah sekretariat DPRD Luwu, senin (4/05)

Kartini di suruh keluar dari ruang musyawarah tersebut oleh “WN” oknum anggota DPRD Luwu dengan nada suara agak tinggi dan sikap tidak sopan, saat rapat dengar pendapat antara DPRD dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pemkab luwu terkait persoalan tata cara penggunaan bantuan sosial ke masyarakat dalam menghadapi pandemik Covid-19, melalui anggaran desa.

Teman-teman Wartawan yang lain menilai bahwa sikap tidak terpuji diperlihatkan oleh oknum Anggota DPRD Luwu, “WN” yang mengusir salah satu wartawati dari harian Upeks karena hanya menggunakan kesing HP pemuda Pancasila. Sifat arogansi oknum anggota DPRD ini diperlihatkan saat rapat terbuka.

Rapat saat itu dipimpin langsung oleh ketua DPRD Luwu, Rusli Sunali. Kegiatan DPRD Luwu ini terlihat diliput oleh beberapa wartawan dan wartawati, namun Kartini Eca dari harian Upeks merasa sama sekali tidak melakukan hal yang melanggar kode etik peliputan maupun tidak mengganggu jalannya rapat pada saat itu, disuruh keluar dari ruangan rapat oleh “WN” yang saat itu juga sementara rapat, melihat kesing HP-nya Eca bergambar ciri has Pemuda Pancasila.

Usai kejadian, Kartini Eca saat dikonfirmasi melalui via HP membenarkan kejadian dimaksud. “Sebagai Wartawan Saya merasa dilecehkan dan ada beberapa saran dari teman-teman wartawan supaya saya lapor anggota dewan bersangkutan dengan tujuan, supaya kedepan tidak ada lagi wartawan di luwu di kasi begitu”. Tutur Eca

Saat dikonfirmasi terkait kronologis kejadian. Eca mengatakan saat peliputan, Dia berada dibelakang “WN” sambil ambil gambar, mungkin “WN” lihat gambar kesing HP-nya berciri has Pemuda Pancasila, “WN” langsung berkata, “kenapa ada anak pemuda pancasila di sini, keluar. Orang organisasi tidak boleh masuk, kenapa pakai atribut organisasi kalau mau masuk”. Tiru Eca

“WN” Oknum anggota DPRD luwu yang diduga mengusir wartawan dalam meliput, saat dikonfirmasi juga membenarkan ada kejadian dimaksud dan mengatakan bahwa Dia tidak mengusir Eca, cuman menyuruh Eca keluar dari ruangan rapat karena menurut “WN” Sikap Eca yang kesana-kemari sangat mengganggu jalannya rapat dimaksud.

“Kehadiran teman-teman wartawan di dalam ruangan rapat karena kami undang. Jangan teman-teman media pelintir kejadian tadi, bahwa gara-gara gambar pemuda pancasila di HP-nya Eca lalu saya keluarkan dia, itu tidak benar, saya keluarkan Eca karena sikapnya selalu kesana-kemari dan saya merasa terganggu dalam rapat”. Kata “WN”.

Kemudian. Sambung “WN”, kamikan anggota dewan punya wibawa, untuk menjaga wibawa teman-teman anggota dewan dari sikapnya adinda Eca makanya saya suru dia diluar ruangan dulu dan kalau memang di pelintir ke gambar Pemuda Pancasila perlu juga dipertanyakan, Eca ini masuk dalam ruang rapat DPRD sebagai wartawan atau membawa organisasi, karena ada atribut organisasi dia bawa. Eca inikan adik saya, jadi yang lain jangan pelintir-pelintirlah

Ketua DPRD Luwu, Rusli Sunali yang memimpin sidang, saat dikonfirmasi, mengaku heran dan tidak tahu apa-apa. “Saya pikir tadi awalnya main-main ji (luwu-red)”. Sementara seorang aktivis Luwu dari Bastem, Yertin mengecam perbuatan oknum anggota DPRD Luwu dimaksud (WN), yang arogansi. “Tidak boleh ada diskriminasi kepada siapapun warga negara indonesia termasuk kepada organisasi yg sah di hadapan hukum dan negara”. Kecam Yertin (pn/AL).

Leave a Reply