Dermaga Dilabuh Kapal Bermuatan 3.500 Ton, Masyarakat Luwu Berharap Pelabuhan Belopa Difungsi Aktifkan

ANDI NIKMA : “Sementara Dalam Proses, Supaya Ada Kegiatan dan Lapangan Kerja Masyarakat Setempat di Pelabuhan Belopa”

LUWU, PilarNews – Dengan adanya kegiatan kapal Takboad (Tb) ukuran 119 Gt yang menggandeng Tongkang 2.229 Gt-nya, memuat bahan matrial untuk pengaspalan seperti Suplit, pasir dan kerikil atau ciping dengan bobot muatan keseluruhan 3.500 Ton berlabuh di dermaga pelabuhan belopa desa senga selatan kecamatan belopa kabupaten luwu, ini hari kamis (5/03)

Melihat kegiatan kapal tersebut, Abdul Samad (45 thn), salah satu tokoh masyarakat desa senga selatan mengatakan seharusnya pelabuhan belopa di fungsikan untuk kegiatan pelayaran, supaya warga senga selatan dan belopa termanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Sejak dibangunnya pelabuhan belopa, sampai saat ini baru tiga kali saya terlihat kapal bermuatan besar yang melakukan aktifitas bongkar muat. Kata Samad, sebelum kapal ini (Takboad) masuk, ada kapal bermuatan 20 Ton juga sudah dua kali masuk dipelabuhan belopa memuat kayu batang kelapa untuk dibawa ke Lombok

Kami warga disini berharap supaya pihak Syahbandar melengkapi fasilitas di area pelabuhan belopa, supaya pelabuhan ini bisa aktif dan berfungsi seperti pelabuhan lain yang ada di palopo dan pelabuhan siwa. Kalau kegiatan pelabuhan belopa sudah aktif seperti kegiatan bongkar muat dan sebagainnya, kami warga disini kan dapat lapangan kerja untuk memenuhi kebutuhan hari-hari, sehingga daerah juga dapat maju dan berkembang perekonomiannya. Harapnya

Unit Pengelola Pelabuhan kelas II Palopo, Wilayah Kerja (UPP-Wilker) Belopa, Andi Nikma saat dikonfirmasi mengatakan terkait kegiatan pelabuhan belopa hari ini, semnetara pembongkaran muatan kapal takboad berupa bahan matrial untuk pengaspalan jalan, seperti batu ciping dan pasir.

Terkait surat-surat atau dokumen kegiatan mereka sudah lengkap, kata Andi Nikma. Mulai dari Surat Persetujuan Berlayar (SPB), dokumen kapal, dokumen muatan, izin berlabu sampai izin bongkar itu pihak kapal atau pihak onersip miliki itu, kami dari pihak Syahbandar hanya mengawasi berjalannya kegiatan sesuai dengan UU Pelayaran.

Kapal ini dari pelabuhan palu, dan informasi bahan matrial tersebut akan mereka angkut dari pelabuhan palu ke sini sebanyak tiga trip atau tiga kali angkut, jadi kemungkinan selama tiga hari, setelah selesai bongkar muatan yang pertama ini, masih dua kali lagi pihak onersip Takboad akan kembali ke palu untuk pengangkutan. Kemudian pihak pemilik barang atau bahan matrial ini (Pak Hasbi) akan mengangkut keluar dari area pelabuhan, kalau pihak onersip sudah menurunkan semua matrial di pelabuhan

Kemudian terkait dengan harapan masyarakat belopa, Insya Allah fasilitas pelabuhan belopa akan dilengkapi, seperti air bersih, penerangan dan mungkin kedepan dermaganya akan ditambah. namun kita harus bersabar karena kami dibelopa ini masih Wilker bukan UPP seperti di palopo dan terkait anggaran untuk melengkapi fasilitas di area pelabuhan itu kebijakan dari kementrian melalui UPP di Palopo.

Kalau menyangkut ramai tidaknya kapal di pelabuhan, Kata Nikma. Itu tergantung juga pada para pengusaha angktan laut (pihak ketiga), karena dermaga belopa itu sudah layak untuk berlabuhnya kapal penumpang, kapal kargo, tengker dan lain-lain. Kami dari pihak petugas Syahbandar hanya menunggu laporan dari pihak onersip dan pengusaha angkutan laut. Jelasnya (pn/AL)

Leave a Reply