Sukses, Penyerahan Sertifikat Join Luwu ke Peserta Pelatihan Jurnalistik

Zainuddin Bundu Saoda,SE : “Tidak Ada Dua Lisme Join di Luwu, itu Hanya Miskomunikasi”.

LUWU, PilarNews – Panitia pelaksana kegiatan pelatihan dasar jurnalis sekaligus pengurus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jurnalis On Line (JOIN) kabupaten luwu, secara simbolis menyerahkan sertifikat dan baju kaos Join Luwu kepada peserta hasil kegiatan pelatihan dimaksud di sekretariat Join kabupaten luwu, Jl.Topoka Poros Trans Sulawesi (Depan SMAN.1.Luwu) Kelurahan Senga Kecamatan Belopa, senin (24/02).

Terlihat penyerahan langsung oleh Ketua DPD Join kabupaten luwu, Zainuddin Bundu Saoda,SE yang di dampingi oleh wakil ketua, Andi Baso Juli dan sekretaris Join luwu, Agusalim bersama pengurus Join luwu yang lain, terlihat juga lebih dari 30 peserta menerima hasil pelatihan jurnalistik mereka untuk mewakili peserta lain yang tidak sempat hadir. Diketahui latar belakang para peserta juga beragam, ada yang dari instansi atau dinas pemkab luwu, ada dari pemerintah desa, ada dari guru, pedagang atau pengusaha dan ada juga dari aktifis di luwu yang mau tahu tentang jurnalistik.

Dalam sambutan, Irwan Gunawan sebagai Ketua Panitia Pelaksana (Ketupat) kegiatan pelatihan dasar jurnalis menyampaikan permohonan maaf kepada peserta atas keterlambatan penyerahan hak peserta dari hasil mengikuti pelatihan jurnalistik di akhir 2019 lalu. “Kami sebagai panitia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada peserta pelatihan jurnalis kemarin, karena hasil dari pelatihan kita kemarin itu butuh waktu yang agak lama untuk berproses”.

Ketua DPD Join Kabupaten Luwu, Zainuddin Bundu Saoda,SE pada Pilar News menyampaikan juga rasa syukur atas terlaksananya penyerahan hasil kegiatan pelatihan jurnalistik oleh panitia pelaksana kegiatan Join kabupaten luwu, kepada para peserta walaupun acaranya sangat sederhana.”Alhamdulillah panitia telah melaksanakan dan memenuhi tanggung jawab mereka kepada para peserta pelatihan jurnalistik kemarin, walaupun proses yang kami lalui itu butuh waktu yang cukup lama”.

Terkait dengan isu negatif yang berkembang selama proses hasil kegiatan kami dan panitia pelaksana kegiatan dimaksud, kami akan jadikan pelajaran dan semangat untuk Join kedepan. Kata Zainuddin sebagai Ketua DPD Join Luwu, pada prinsipnya dan setahu saya “Tidak Ada Dua Lisme Join di Luwu, itu Hanya Miskomunikasi” antar panitia dengan pengurus pada waktu itu, akan tetapi sudah ada petunjuk dari DPW dan DPP Join, untuk itu juga kami selaku DPD luwu sangat berterima kasih kepada DPW Join Propinsi Sulsel dan DPP Join Pusat.

Dilain sisi. Kaharuddin,S.TP,M.Si salah satu peserta dari kalangan birokrasi pemkab.luwu mengatakan. “Pada saat sertifikat hasil pelatihan belum diterima, kita juga sempat bertanya-tanya kok sudah kurang lebih dua bulan ini belum juga di terima sertifikat dari Join, tapi sudah dijelaskan oleh ketua panitia tadi kan sepertinya kita harus menerima bahwa segala sesuatu itu punya proses beberapa tahapan harus dilewati sehingga mengalami keterlambatan”.

kami juga memaklumi hal-hal seperti ini, karena namanya kegiatan apapun itu ada keterlibatan orang lain yang terkadang dibawa pus kendali kita, itu yang memebuat kami sebagai peserta memaklumi persoalan keterlambatan penyerahan sertifikat hasil kegiatan pelatihan jurnalis oleh Join kabupaten luwu. Kata Kaharuddin

“Alhamdulillah kami sudah terima hak kami hari ini, jadi pelatihan yang kami ikuti selama tiga hari pada waktu itu sudah terbayarkan dengan baik. Terkait dengan isu-isu negatif terhadap Join yang sempat beredar, saya juga ingin sampaikan kepada peserta yang lain, sebaiknya kita melihat apa penyebab dari keterlambatan dan mencari tau kebenarannya dulu”.

Itulah pentingnya komunikasi, ketika kita tahu kebenarannya kita bisa menganalisa benar tidaknya sebuah alasan, kalau benar seharunnya kita memaklumi hal semacam itu juga sering terjadi di instansi atau kantor. Sambung Kaharuddin, semoga Join kedepan semakin berjaya, sebagai jurnalis akan senantiasa memberikan edukasi-edukasi didalam bidangnya secara profesional, karena jauh lebih penting bahwa media sebagai sumber informasi yang objektif terhadap masyarakat umum.

Dan semoga Join di luwu menjadi mitra pemerintah, kata Dia. Saya pikir pemerintah juga merasa terbantu apabila teman-teman jurnalis atau media menyajikan informasi-informasi di tengah-tengah masyarakat yang menjadi fikbek terhadap program pemerintah dan secara tidak langsung media adalah partenr pemerintah.

Terima kasih atas pengetahuan dan pengalaman tentang jurnalistik yang diberikan melalui pelatihan kemarin dan kami berharap kedepan Join di Luwu lebih profesional, selalu memberikan informasi yang mengarahkan penyatuan kegiatan masyarakat dengan program pemerintah yang mengarahkan daerah ini lebih baik, maju, mandiri, berdaya saing, religi dan sejahtera. Kuncinya (pn/hayun)

Leave a Reply