Merasa Dituduh Pungli Pada Pedagang Tante Kumis, Sekcam Belopa Akan Ambil Langkah Hukum

ANDI SADDAM : “Bedakan Pungli dengan Hasil Musyawarah Internal Tante Kumis Untuk Sponsorsip”

BELOPA, PilarNews – Dalam satu bulan terakhir, beredar informasi terjadi Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum Sekretaris Camat (Sekcam) Belopa, kepada komunitas para pedagang Taman Terbuka Kuliner Milenial Simpursiang (Tante Kumis) dengan adanya kegiatan bupati cup.I. Pada Pilar News didepan kantor KPU Luwu, rabu (12/02). Sekcam belopa, Ismail Umar,SE mengatakan akan mengambil langkah hukum atas pencemaran nama baiknya.

“Persoalan yang menjurus ke pungli yang membawa-bawa nama saya sempat mengagetkan saya, karena saya bingung yang dikatakan pungli dan saya tidak pernah bersentuhan dengan siapa dan berapa yang saya pungut. Karena ini persoalan nama baik, maka kedepan saya juga punya hak untuk menuntut secara hukum”. Tegasnya

Saya sebagai sekcam mewakili camat dilapangan, hanya sebatas memantau kegiatan-kegiatan yang ada dalam wilayah kecamatan belopa, untuk membantu pimpinan saya. Kata Ismail, termasuk kegiatan turnamen bupati cup dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh komunitas Tante Kumis dan yang lain-lain, dalam hal menata atau mengatur berbagai kegiatan di lingkup kecamatan belopa, baik secara administrasi maupun secara sikap demi kemajuan kota belopa yang sama-sama kita cintai

“Persoalan pungli yang jelasnya saya tidak tahu, seperti yang saya katakan tadi, bahwa saya tidak pernah memungut duit sama siapapun, kemudian saya sebagai pemerintah hanya mengontrol jalannya kegiatan dan sebatas untuk memantau. Jadi barangkali berita yang berhembus tentang pungli ini biarkan publik yang menilai kebenarannya, nanti kita lihat kedepannya seperti apa oknum yang niatnya tidak benar dan mencatut nama baik saya”.

Dilain sisi, ketua harian komunitas Tante Kumis, Andi Saddam membenarkan bahwa isu pungli yang beredar itu tidak benar adanya, yang benar adalah “Kami komunitas Tante Kumis itu, tergolong Pengusaha menengah, bukan pedagang kaki lima, jelas Andi Saddam. Kemudian, dengan adanya informasi dari panitia bupati cup sebelum kegiatannya berjalan, bahwa ada tempat untuk sponsorsip yang mau pasang iklan sponsor dalam kegiatannya nanti, sehingga kami internal komunitas Tante Kumis adakan musyawarah atau rapat untuk membahas persoalan sponsor kegiatan bupati cup dimaksud.

Karena kami sudah tergolong pengusaha menengah, maka hasil kesepakatan dalam beberapa kali musyawarah atau pertemuan internal kami, bahwa untuk menjadi sponsorsip dalam kegiatan bupati cup bagi yang mau, dan bagi anggota Tante Kumis yang tidak mau tidak juga dipaksa. Buktinya sampai saat ini masih banyak anggota Tante Kumis yang tidak membayar iklan sponsor atau tidak berpartisipasi sebagai sponsorsip kegiatan bupati luwu cup.

Jadi Bedakan Pungli dengan Hasil Musyawarah Internal Tante Kumis Untuk Sponsorsip. Terangnya, yang bayar iklan sponsor atau mau sebagai sponsorsip kegiatan bupati luwu cup.I, jelas tempatnya strategis untuk menjalankan usahanya yang disediakan, dan bagi anggota yang tidak mau juga jelas tempatnya bersamaan dengan pedagang kaki lima di sebelah utara lapangan, disediakan serba gratis tanpa membayar iklan sponsor dan listrik. Kuncinya (pn/adl)

Leave a Reply