Baru Sebulan Dilantik Sebagai Kades, Perubahan Mulai Terpancar Dari Kantor Desa

SURADI DM : “BUMDES Adalah Ujung Tombak Pemerintah Desa Untuk Kesejahteraan Warga”

BELOPA, PilarNews – Suradi DM, Kepala Desa (Kades) Lamunre Tengah kecamatan belopa Kabupaten luwu sulawesi selatan, pada Pilar News, rabu (05/02) diruang kantor desanya. Suradi menyampaikan bahwa hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) desanya, Badan Usaha Milik DESa (BUMDES) Lamunre Tengah dalam tahun ini (2020) dianggarkan sebesar Rp.200 juta

Dia juga mengatakan, baru menjabat satu bulan sebagai kepala desa, sudah ada perubahan yang terlihat pada kantor desa lamunre tengah. “Apa yang dilihat saat ini di kantor desa banyak perubahan besar, begitu juga kedepannya saya berharap masyarakat ikut terlibat dalam pembangunan desa untuk arah kebaikan pembangunan desa lamunre tengah”.

Kemarin hasil musrenbang, Alhamdulillah disepakati bumdes itu kami anggarakan sekitar Rp.200 juta. Tutur Suardi, kenapa bumdes kami anggarkan Rp.200 juta, karena bumdes adalah ujung tombak pemerintah desa untuk kesejahteraan warga dan bumdes juga bisa dipake untuk membangun dan mungkin di kabupaten luwu, lamunre tengah salah satu desa yang paling besar anggarkan bumdes dalam tahun ini

“Saya pikir jangan sampai lima tahun kedepan selesai masa jabatannya Jokowi dana desa yang bersumber dari APBN di hilangkan oleh pemerintahan yang baru nantinya, maka kami di lamunre tengah mempersiapkan memang bumdes sebagai gerakan pemberdayaan masyarakat desa untuk menjadi usaha masyarakat desa mandiri, karena bumdes selain kami jadikan ujung tombak membangun desa, bumdes juga adalah ujung tombak kerakyatan usaha mandiri”.

Tiga tahun kedepan, Insya Allah kami upayakan masyarakat desa lamunre tengah tidak lagi menerima bantuan PKH dari pemerintah kabupaten maupun pusat dan mudah-mudahan dalam waktu tersebut angka penganggran di lamunre tengah semakin berkurang ke posisi 0.%. Sambung Suardi sebagai Kades, masyarakat di desa lamunre tengah memiliki potensi usaha karena mayoritas sebagai pelaku pasar dan sebagiannya lagi PNS serta honorer, sehingga mereka bisa mandiri dalam ber usaha atau berbisnis melalui kelompok-kelompok dengan usaha yang berbeda.

Untuk itu, kami pemerintah desa akan memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan pengalaman mereka untuk berbisnis atau usaha melalui pelatihan-pelatihan yang mempunyai sertifikat, karena masyarakat lamunre tengah yang tidak memiliki sertifikat keahlian khusus maka dia tidak boleh menggunakan dana bumdes, yang bisa mengelola dana bumdes harus memiliki sertifikat dan pernah mengikuti pelatihan.

Bumdes lebih perhatikan dan membina kepada para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), seperti UKM kerajinan tangan, UKM perbengkelan, UKM mandiri yang ada kaitan dengan bercocok tanam, menjahit, ahli merakit sesuatu menjadi bahan jadi dan siap untuk dipasarkan seperti pembuatan tas ibu-ibu dari bahan teh pucuk dan lain-lain. Kita kawal masyarakat seperti ini untuk merintis usaha secara mandiri.

Potensi masyarakat lamunre tengah sebagai pedagang dan usaha bisnis inilah yang kami mau kembangkan supaya hasilnya nanti bisa dipajang di galeri buntu kunyi dan di bandara bua untuk dipasarkan baik pasar tradisional maupun melalui pasar online. Itu yang menjadi target kami kedepan karena harapan kami hasil dari kegiatan kegiatan dimaksud lebih besar dari pada modal yang diberikan bumdes dan harapan kami pendapatan desa lebih besar daripada dana desa. itu yang kami target kedepan

Terkait pembangunan fisik, saya prioritaskan atau serahkan langsung ke masyarakat melalui masing-masing dusun untuk bekerja sesuai aturan, kalau kegiatan infrastruktur sasarannya itu bagaimana masyarakat bisa menikmati pembangunan infarstrukyur nya sendiri, karena yang dilihat adalah asas manfaat dari dan untuk masyarakat sendiri. Kuncinya (pn/ckr)

Leave a Reply