Luwu Waspada Narkoba, Bupati Ingatkan Tangkal Dengan Ilmu Agama

LUWU, PilarNews – Bupati Luwu, H. Basmin Mattayang, kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat luwu, baik orang tua maupun generasi muda di Kabupaten Luwu akan bahaya narkoba atau narkotika dan obat-obat terlarang. Penyampaian ini disampaikan Bupati Luwu, saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Taman Kanak-Kanak Al Qur’an (TKA) dan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Yayasan Darul Khaerat di Kelurahan Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, selasa (27/01)

Dalam sambutannya, H.Basmin Mattayang sebagai Bupati Luwu menyampaikan, bandar narkoba sudah masuk di Luwu sehingga perlu dilakukan kewaspadaan dan antisipasi kepada generasi muda khususnya di Kabupaten Luwu. “Kita lihat di pemberitaan, hampir setiap pekannya bahkan setiap hari ada penangkapan pengguna narkoba bahkan bandar narkoba. Barang haram ini sudah masuk di Luwu dan dibawa oleh bandar narkoba, kita harus waspada dan melakukan antisipasi”. Ungkapnya.

Untuk menangkal hal ini lanjut Bupati, hanya satu jalan yakni dengan jalan agama. “Hanya satu cara menangkal hal ini, yaitu perdalam ilmu agama, Insha Allah, diri kita dan keluarga akan terbentengi dari segala penyakit sosial termasuk narkoba”. Olehnya itu kata dia, pendidikan agama sangat diutamakan Pemerintah Kabupaten Luwu.

“Atas nama pemerintah kami memberikan apresiasi kepada pihak yayasan yang dengan gigih melakukan pembangunan pendidikan agama di Luwu. Ini sesuai konsep pemerintah yang ingin mewujudkan masyarakat yang mandiri ekonominya bagus dan religius, semoga pesantren ini berjalan dengan baik. Secara pribadi saya sumbangan sebesar Rp10 juta untuk membayar sebagian lahan yang dibutuhkan saat ini, semoga bermanfaat untuk kita semua”.

Dalam kesempatan yang sama, pengurus Yayasan Darul Khaerat, Muhammad Darwis, menyampaikan yayasan tersebut berdiri sejak 1 Januari 2013. “Adapun kegiatan kami, tahap pertama membuka lapangan kerja untuk guru mengaji dasar sebanyak 15 kelompok dari Desa Muladimeng, Kelurahan Padang Sappa, Desa Mario dan beberapa desa lainnya yang dibina 17 guru pengajar termasuk guru tilawah”. Tutup Muh.Darwis (pn/idl)

Leave a Reply