Luas Sawah Tidak Sesuai Dengan Jumlah Kelompok, Diduga Banyak Sawah Fiktif di P3A Luwu

LUWU, PilarNews – Berawal dari informasi AT 45 thn (Imisial) salah satu petani sawah di belopa yang tidak mau dimuat nama serta alamatnya dengan alasan takut akan ditekan oleh teman kelompok tani lain dan pihak dinas terkait kebutuhan pertaniannya.

Melalui media ini, rabu (25/12) di warung makannya. AT mengatakan bahwa ada kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di belopa, semua nama-nama yang masuk dalam P3A nya tidak memiliki sawah. Dia juga berharap ada pertanggung jawaban dari kepala dinas pertanian terkait kegaduhan data kelompok P3A di luwu.

Kepala seksi (Kasi) Pengelolaan lahan Dinas Pertanian, Andi Mukti Amin,S.Pt saat dikonfirmasi mengatakan luas sawah di kabupaten luwu berdasarkan data pengukuran Badan Pusat Satistik tahun 2018 itu 33.333 hektar, sedangkan jumlah P3A di luwu sampai saat ini yang terdata di Dinas itu 70.000 lebih kelompok P3A

Memang kalau dilihat dan dibandingkan sekilas dari jumlah P3A dan luas sawah tidak sesuai dan bisa jadi seperti yang dibilang tadi “Sawah Fiktif”, tapi kami dari pihak dinas akan rapat kembali dengan pihak terkait mengenai persoalan ini dalam waktu dekat. Ungkap Andi Mukti

Andi Mukti juga mengatakan terkait keabsahan kelompok P3A itu juga terbagi menjadi tiga bagian. “Ada P3A yang memiliki akta notaris saja, ada yang memiliki akta notaris juga memiliki SK Bupati, ada juga yang tidak memiliki akta notaris tapi memiliki SK Bupati. Bahkan ada P3A yang dibuat oleh Propinsi melalui Balai jenneberang pompengan”.

Berikut nama-nama P3A khusus Kecamatan Belopa yang terdata di Dinas Pertanian kabupaten luwu, kelurahan senga memiliki dua P3A yakni P3A Mega Buana yang diketuai oleh Mansyur,SH dengan luas sawah 75,00 hektar, tidak memiliki akta notaris dan tidak memiliki SK Bupati. P3A Ammesarang diketuai oleh M.Masykur, luas sawah 66,00 hektar juga tidak memiliki akta notaris dan SK Bupati.

Kemudian desa kurrusumanga memiliki dua P3A yang terdata di dinas pertanian, yaitu P3A Padi Unggul yang diketuai oleh Suaib, memiliki luas sawah 157,12 hektar dengan nomor akta notaris 81/28 oktober 2011 dan SK Bupati no.497/X/2011/21 Oktober 2011. kemudian P3A Padi Subur diketuai oleh Amir T, luas sawah 77,99 hektar dengan SK Bupati no.497/X/2011/21 Oktober 2011, tidak memiliki akta notaris.

Desa Senga Selatan hanya satu P3A yang terdaftar di Dinas Pertanian yaitu P3A Pammesarang yang diketuai oleh Ilyas dengan luas sawah 91,00 hektar, memiliki akta notaris no.28/14 agustus 2014, namun tidak memiliki SK Bupati. Begitu juga kelurahan Tampumia Radda hanya satu kelompok P3A, yakni P3A Tampumia diketuai oleh H.Jamaluddin, luas sawah 138,83 hektar dengan SK Bupati no.497/X/2011/21 Oktober 2011 namun tidak memiliki akte notaris.

Kemudian terakhir kelurahan Balo-balo memiliki tiga kelompok P3A yakni P3A Bubun Dewata yang diketuai oleh A.Imbar, luas sawah 93,77 hektar dengan SK Bupati no.497/X/2011/21 Oktober 2011 dan akta notaris no.75/27 Oktober 2011. P3A Mallawae diketuai oleh Hamka,S.Ag dengan luas sawah 76,87 hektar, SK Bupati no.497/X/2011/21 Oktober 2011, tidak memiliki akte notaris. P3A To’campa ketuanya M.Natsir R, luas lahan 112,25 hektar dengan SK Bupati no.497/X/2011/21 Oktober 2011, tidak memiliki akte notaris. (pn/hyn)

Leave a Reply