Pengangkutan Sampah Warga Diluwu Pilih Kasih, Kadis DLH Luwu Akan Tindak Tegas Oknum Pengelola

LUWU, PilarNews – Salah satu warga kompleks perumahan PNS lorong satu desa senga selatan kecamatan belopa, Suriaty (45 thn) pada Pilar News, kamis (3/10) mengatakan sejak tahun 2017 mobil pengangkut sampah tidak lagi masuk ke lorongnya untuk mengangkut sampah warga yang sudah disiapkan di depan rumah warga masing-masing, padahal sebelumnya warga setempat membayar retribusi sebesar Rp.20.000,- dua kali setiap masuk mobil sampah dalam sebulan.

“Sejak 2017 tidak masuk lagi mobil untuk mengangkut sampah kami disini pak, padahal sebelumnya saya bayar setiap datang mobil sampah dalam sebulan Rp.20 rupiah pak, gara-gara sampah yang sering menumpuk di lorong ini buat keharmonisan para tetangga retak, bukan apanya pak bau sampahnya dan banyak lalat yang masuk kerumah kesehatan kami keluarga juga ikut terganggu”. Keluhan Ibu dua anak tersebut

Kepala Badan Pengelola dan Pendapatan Daerah (Bapenda) kabupaten Luwu, Drs.Moh.Arsal Arsad,TPC saat dikonfirmasi terkait sistem penyaluran redribusi sampah daerah, Arsal mengatakan dalam tahun ini (2019) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pemkab luwu di targetkan sebesar Rp.130.000.000,-

“Persoalan tehknis pengangkutan sampah, yang lebih paham itu adalah dinas bersangkutan. Kalau kami disini hanya menangani redribusi terkait pengankutan sampah dan dalam tahun ini DLH diberikan target sebesar Rp.130 juta. Selama ini DLH masih lancar dalam pencapaian target yang diberikan, jadi silahkan ke dinas terkait tehknis pengelolaan sampahnya seperti apa”. Ucap Arsal

Sebagai Kadis Pengelola dan Pendapatan Daerah, Arsal menyampaikan supaya warga yang mau atau saat membayar redribusi sampah pada pengelola, kita harus minta karcis redribusi sebagai bukti pembayaran redribusinya. Dia juga berharap supaya pihak pengelolaan sampah lebih meningkatkan kinerja pengelolaan sampahnya dalam hal retribusi yang berbanding lurus dengan pendapatan asli daerah, jangan hanya memungut orang retribusi tapi sampahnya tidak di angkut.

Dilain pihak Kadis DLH, Wahyuddin saat dikonfirmasi melalui via “HP” membenarkan bahwa pihak dinas lingkungan hidup yang bertanggung jawab terkait hal tehknis dalam pengelolaan persampahan di kabupaten luwu. “Terkait ada keluhan masyarakat dengan persoalan sampah, saya akan tindak tegas kepada oknum pengelola yang coba-coba bermain dalam melaksanakan tugasnya, karena mereka di kontrak dan dibayar”.

“Ada 60 pengelola sampah di kabupaten luwu yang sekaligus juga bertugas untuk memungut retribusi sampah di masyarakat dan mereka di gaji per orang sebesar Rp.1.000.000,- rupiah setiap bulannya, jadi mereka harus mengangkut sampah sesuai jadwal tanpa memilih dan memilah warga, karena itu tugas mereka, untuk kebersihan dan kesehatan masyarakat luwu”. Tegas Wahyuddin (pn/cakra)