82 Kepsek Dilantik, Ini Pesan Bupati Luwu

LUWU, PilarNews – Bupati Luwu, H.Basmin Mattayang mengukuhkan 82 Kepala Sekolah (Kepsek) SD dan SMP secara bersamaan di ruang aula kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kabupaten luwu, rabu (25/9). Dihadiri oleh Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Luwu, Amang Usman dan beberapa Kadis SKPD pemkab luwu lain.

Usai melantik 82 Kepsek, dalam sambutannya Bupati Luwu menyampaikan bahwa yang namanya jabatan adalah amanah yang diberikan, namun banyak cara untuk memilikinya sesuai dengan kemampuan kepemimpinan dan memenej yang kita miliki dan ke 82 kepsek yang baru dilantik, Bupati meyakini sudah melalui proses serta layak untuk meningkatan SDM generasi luwu.

“Saya pikir pendidikan ini penting sehingga menjadi perhatian utama, karena itu saya kembali dan tidak mengenal lelah muda-mudahan perjalan kedepan kita semakin sehat”. Sambung Bupati, “saudara-saudara sekalian banyak orang yang merasa terzolimih, banyak orang yang merasa di hukum begitu dia mendapatkan jabatan lalu kemudian turun kembali menjadi guru atau di pindahkan di salah satu sekolah dia merasa terzolimih.

“Padahal jabatan itu adalah amanah yang harus di pertanggung jawabkan, jabatan itu saudara-saudara sekalian bukan milik pribadi. Ada masanya, karena itu kalau kita sadar bahwa jabatan itu adalah amanah dan memang bukan milik pribadi, apapun itu yang akan terjadi, kita harus menerima sebagai suatu fakta. Kita tidak perlu mondar- mandir kesana kemari cari jabatan, jabatan itu pasti datang dengan sendirinya dan akan pergi kalau bukan kita yang tinggalkan karena suatu alasan seperti pensiun, meninggal dunia atau Allah punya kehendak pindahkan ke orang lain dan sebagainya”. Jelas Basmin sebagai Bupati

Dalam sambutan, terdengar Bupati luwu juga memberikan tugas kepada Kadis pendidikan. “Nanti ini pak kadis catat, kedepan kepsek harus di Tes, syaratnya ada tiga yang pertama dia harus bisa atau ada kemampuan mengaji dan memahami Al’Kitab, yang ke dua ilmunya nolits pengetahuannya, wawasannya apa bisa orang ini jadi kepala sekolah atau tidak, dan saya minta nanti semua kepala sekolah harus hafal pembukaan undang-undang dasar 1945, harus hafal lagu-lagu wajib Kebangsaan Indonesia, seperti lagu indonesia raya, garuda pancasila, padamu negri, satu nusa satu bangsa da sebagainya”.

“Saudara-saudara sekalian maksud dan tujuan untuk menghafal lagu-lagu kebangsaan negara kita supaya membangkitkan kembali semangat persatuan dan kesatuan NKRI untuk generasi kita kedepan setelah kita. Sebagai salah satu solusi menghadapai tantangan kita kedepan adalah bagaimana mempersatukan generasi mudah kita, karena sekarang ini Bangsa kita mau dan sudah terpecah-pecah”. Ungkapnya

Sebagai Bupati Luwu, Basmin juga mengatakan akan memperjuangkan dunia pendidikan di Sulsel dan di kabupaten luwu Khususnya. “Saya empat kali naik pesawat satu hari dalam seminggu, apa yang saya lakukan, memperjuangkan pendidikan di sulsel, khususnya di Luwu dan saya tidak akan mundur, saya bekerja demi kepentingan bangsa dan negara. Bagaimana kita bisa membangunkan karakter seorang anak didik kalau kepala sekolahnya eticut dan karakternya tidak ada”.

“Saudara-saudara sekalian berdasarkan permendikbud nomor 6 tahun 2018, kepala sekolah tidak lagi diberi tugas tambahan seperti dulu, tapi dia di berikan kesempatan full untuk menjadi menejer, di beri kesempatan full mangatur tata kelolah admistrasi pendidikan di sekolahnya masing-masing di uptd nya masing-masing, ini lahir supaya kualitas pendidikan itu lebih baik, sehingga saudara-saudara perlu pahami, bahwa tugas saudara-saudara sebagai kepala sekolah itu adalah mencerdaskan kehidupan bangsa”.

“Kedepan, bagaimana caranya kita melahirkan anak-anak didik yang cerdas, melahirkan peserta didik yang di dalam jiwanya tertanam nilai-nilai kejujuran, lahirkan anak-anak didik kita berkarakter religius dalam dirinya, dengan kualiti kontrol dan komunikasi antara pihak sekolah (Lingkungan sekolah), pihak keluarga (Lingkungan Masyarakat) dan pihak pemerintah daerah (Dinas) terkait perkembangan karakteristik para anak-anak didik kita yang terjadi. Itu wajib di catat oleh seorang kepala sekolah”.

Basmin juga mengingatkan, “Saya ingin katakan kembali kepada semua yang hadir bahwa jabatan kepala sekolah itu adalah amanah, saya orang yang tidak punya rasa sentimen dan rasa dendam di dalam diri saya, di dalam melakukan tata kelolah pemerintahan saya butuh orang pintar, saya butuh orang cerdas karena itu saya perintahkan kadis pendidikan sebagai sistim penilainya yang anda lakukan adalah penilaian kinerjanya masing-masing kepsek. Siapa yang mampu mengerjakan dan bertanggung jawab dengan pekerjaannya, dengan jabatannya maka itulah teman baik saya, tapi kalau saudara-saudara tidak bisa melakukan, mohon maaf mungkin saya lantik ini pagi bisa jadi saya berhentikan pada sorenya”.

“Saya tidak mau pendidikan kedepan itu merosot, tahun kemarin luwu ini berada di urutan ke emapat dari bawah, coba bayangkan, jadi tertipkan personil harus ikhlas dalam bertugas, tertib admistrasi, dan tertib lingkungan atau sering disebut 3T. Kalau saudara-saudara mengacu pada 3T, saya yakin dan percaya saudara-saudara telah menjadi teman baik saya, tapi kalau saudara dalam impetedasikan tata kelolah pendidikan tidak mengaju pada 3T tersebut, yakin dan percaya kita tidak akan bisa berteman baik dan ini acuannya”. Tegas Bupati

“Saya mau Bangsa ini baik, saya mau tanah luwu ini baik, saya mau luwu ini di dalam genggaman kita bersama kita bangkitkan bersama semangat kebersamaan kita wujudkan cita-cita kita untuk menciptakan generasi mudah yang cerdas, beriman, bertakwa, jujur, dan takut kepada Allah SWT, untuk itu saudara-saudara harus menjadi contoh dan panutan. Saya minta untuk guru-guru, kepala sekolah nanti tahun ajaran baru anak-anak didik kita ajak ke mesjid atau musolah sekolah pada waktu Sholat di hentikan dulu jam belajar mengajarnya”.

“Ini tugasnya bapak ibu sekalian, karena tantangan yang kita hadapi di era digital hari ini kontak titik kosong adalah terkadang orang yang kita beri amanah tidak mampu melaksanakan amana itu dengan baik sehingga lahir istilah guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Kita tidak ingin lagi ada hal-hal seperti itu terjadi, di tangan anda masa depan generasi mudah hari ini, di tangan bapak ibu sekalian masa dpan generasi mudah, kalau bapak dan ibu salah meletakan fondasi maka salahlah kehidupan generasi bangsa akan datang, saya pikir itu yang saya samapikan mudah-mudahan saudara-saudara melaksanakan tugas dengan baik”. Harapnya

Bupati juga mengingatkan supaya anak-anak didik juga tertip aturan. “Dan anak-anak didik tidak boleh bawah hp kedalam sekolah, di tulis baik-baik di depan tidak boleh bawah hp ke dalam ruangan belajar, di simpan dulu nanti juga akan keluar dan tidak boleh anak didik smp bawa motor pergi ke sekolah karena itu mendidik mereka untuk melakukan pelanggaran dini, banyak hal-hal yang harus kita fikirkan, secara bertahap kepala sekolah punya tanggung jawab moral terhadap anak didiknya dunia dan akhirat”. (pn/afh)