Warga Belopa Protes Pekerjaan Perbaikan Jalan Trans Sulawesi “Amburadul”.

LUWU, PilarNews – Akhir-akhir ini masyarakat pengguna jalan poros trans sulawesi di kabupaten luwu mulai keluhkan dengan banyaknya lubang yang berjejer sepanjang jalan kenangan antar propinsi di sulawesi selatan. Warga protes pada pekerja yang sementara memperbaiki jalanan yang berlubang.

Di depan kampus Stikes Datu Kamanre Belopa terlihat tiga mobil pengangkut matrial aspal dan 12 orang pekerja yang sementara kerja memperbaiki jalan poros trans sulawesi dengan menggunakan alat pemadat (Stamper) Kecil, pekerja menggunakan rompi merah tua bergaris hijau mengkilap, lengkap dengan helm putih. Minggu, (14/7).

Aidil (34 thn) warga senga selatan kecamatan belopa kabupaten luwu, pada Pilar News, selasa (17/7) mengatakan “Saya protes para pekerja jalanan itu, karena pekerjaan mereka tidak becus, masa batu kerikil yang penuh aspal untuk tempelan jalan yang berlubang terhambur kayak kotoran kambing”.

Saya tidak protes seandainya batu krikil yang sementara mereka kerja, di injak kendaraan yang lewat lalu terpental mengena punggung saya. Jadi beritakan saja pak, sambung Aidil. Supaya pejabat-pejabat di makassar bisa menegur para pekerjanya di daerah yang kerjanya asal jadi.

Belum selesai ucap Aidil, H.Sukri (40 thn) warga Belopa yang sempat nonton para pekerja sementara bekerja memperbaiki jalan trans tersebut, mengatakan “Kalau diliat cara kerjanya seperti ini, tidak lama lagi hilang tempelan batu kerikilnya, kalau sudah hilang itu tambah parah lubang jalanan nantinya. Ujung-ujungnya Pak Gubernur lagi jadi sorotan negatif”.

Dilain tempat, salah satu pekerja (setenga baya) yang terlihat mengomando para pekerja lain, saat dikonfirmasi mengatakan “Kami hanya disuru kerja pak, dengan peralatan yang ada seperti ini”. Enggan menyebut nama, saat di tanya namanya. Dia lalu pergi menjauh seakan-akan tidak mau dikonfirmasi lanjut. (pn/al)